MABA UNESA Antusias Ikuti PKKMB Hari Kedua
Magetan, 20 Agustus 2025 - Kampus 5 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menggelar Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) hari kedua pada Rabu, 20 Agustus 2025. Bertempat di Lapangan Kampus UNESA 5, kegiatan diawali dengan gerakan langkah dansa atau line dance. Kegiatan lantas dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan Direktur Kampus UNESA 5.
Dalam pemaparannya, Sarmini menjelaskan makna dari slogan “Melejit” yang kerap digaungkan. “Kata Melejit memiliki makna yang mendalam. Di mana merupakan kepanjangan dari Membangun Edukasi Lebih Jitu,” ungkap Sarmini. Sarmini juga menambahkan harapannya agar seluruh mahasiswa dapat meraih cita tanpa batasan. “Sesuai dengan filosofi kata Melejit, seluruh Civitas Academica UNESA harus terus berkembang. Serta memiliki pencapaian tiada batas,” katanya.

PKKMB hari kedua ini turut dihadiri pemateri yang luar biasa. Materi pertama yang membahas mengenai “Etika & Integritas Mahasiswa dalam Menavigasi Prinsip Moral & Perilaku di Masyarakat”. Benny Adrian, Asisten Pemerintahan menyampaikan pentingnya etika bagi para mahasiswa. “Etika dan integritas wajib dimiliki mahasiswa.
Guna untuk membentuk kepercayaan antara mahasiswa dan masyarakat,” ungkapnya. Benny juga menambahkan terdapat prinsip moral yang harus dijunjung mahasiswa. “Kejujuran, tanggung jawab dan rasa hormat perlu ditanamkan pada diri mahasiswa,” ujarnya.
Pada materi ini MABA tampak antusias dalam mendengarkan pemateri. Sesi tanya jawab yang dibuka juga interaktif. Di mana MABA banyak mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Salah satu MABA yang menggajukan pertanyaan adalah Nafisah Fitri Maharani, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi. Dirinya menanyakan mengapa mahasiswa perlu memiliki integritas pada perkuliahan. “Mengapa seorang mahasiswa perlu menanamkan prinsip moral di lingkungan kampus, khususnya pada organisasi mahasiswa,” ungkapnya.

Materi selanjutnya yang disampaikan juga tidak kalah menarik. Di mana dibawakan oleh Ketua DPRD Jawa Timur, Drs. HM Musyafak Rouf. Materi yang disampaikan membahas mengenai “Membangun Kesuksesan dari Bangku Kuliah”. Musyafak menyampaikan perkuliahan adalah sebuah proses pembentukan diri. “Kuliah bukan menjadi tujuan akhir, melainkan proses pembentukan diri. Disiplin, karakter, dan motiivasi mahasiswa perlu dibentuk sejak awal,” katanya.

Lalu materi ketiga disampaikan oleh Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Suko Widodo. Dalam materi ketiga ini membahas mengenai “Pendidikan Tinggi di Era Digital & Revolusi Industri”. Pada uraiannya, menjelaskan bahwa era digital saat ini membawa perkembangan pesat pada pendidikan. “Revolusi industri saat ini memudahkan dalam proses pendidikan. Tetapi tidak menutupi adanya ancaman dan tantangan yang muncul,” ungkapnya.

Materi
keempat disampaikan oleh Ketua Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.
Ia menekankan pentingnya inisiatif, kolaborasi, dan inovasi bagi mahasiswa
dalam menghadapi tantangan masa depan. “Dengan inisiatif, mahasiswa dapat
menemukan cara baru, berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah, dan berinovasi
melahirkan ide-ide segar,” ujarnya.
Share It On: