Hari Kedua Workshop Certified Live Host Unesa: Fokus Analisis Data dan Kiat Sukses Live Streaming
Kegiatan hari kedua Workshop
Certified Live Host Program kolaborasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Kampus 5 Magetan dan TikTok Shop by Tokopedia kembali berlangsung pada Rabu, 26
November 2025. Acara ini dibuka oleh Koordinator Program Studi Teknologi
Pendidikan, Khusnul Khotimah, sebelum dilanjutkan dengan pemaparan materi
lanjutan oleh Regine Lie dari TikTok Shop Partnership. Hari kedua menghadirkan
pendalaman mengenai analisis performa live streaming, pedoman konten, hingga
keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang live host profesional.
Memasuki hari kedua, peserta workshop mendapatkan materi komprehensif bertajuk “Livestream
Performance Metrics, Content Guidelines & Regulations, General Skills”.
Regine Lie menyampaikan bahwa memahami data performa merupakan langkah penting
untuk meningkatkan kualitas siaran. Analisis metrik seperti jumlah penonton,
durasi tontonan, tingkat interaksi, dan konversi penjualan menjadi dasar bagi
seorang live host untuk menentukan strategi penyajian konten secara efektif.
Selain itu,
peserta mendapat penekanan mengenai pentingnya mematuhi panduan konten dan
regulasi platform. Menurut Regine, menjaga kepatuhan terhadap aturan merupakan
bentuk profesionalisme yang harus dijunjung tinggi oleh setiap host. Materi
kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai teknik berbicara di depan
kamera, pengelolaan waktu selama live, dan pentingnya kolaborasi sebagai salah
satu kunci keberhasilan industri live streaming yang semakin kompetitif.
Dalam
rangkaian kegiatan hari kedua, tim pelaksana juga melakukan sesi wawancara
bersama ketua pelaksana workshop, Senna Hadiyanto. Ia menjelaskan latar
belakang pelaksanaan program ini, termasuk kebutuhan nyata akan sumber daya
manusia digital di wilayah Jawa Timur bagian barat. “Saya mendapatkan data
bahwa daerah Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan sekitarnya punya kekurangan
SDM untuk bekerja di bidang digital marketing. Sekarang sedang naiknya platform
TikTok, dan kebetulan mereka juga membutuhkan live host dalam jumlah besar di
wilayah ini. Dari situ saya melihat peluang untuk mengajukan proposal, dan dari
TikTok disambut dengan baik,” ungkapnya.
Terkait
tantangan penyelenggaraan, Senna menyebut bahwa koordinasi menjadi aspek yang
cukup menantang. “Tantangannya lebih ke koordinasi keuangan. Prodinya banyak
sementara kelasnya terbatas. Kami harus memastikan acara empat hari ini
berjalan tanpa mengganggu prodi lain, sehingga beberapa kelas perlu dipindahkan
atau dialihkan secara daring,” jelasnya.
Senna juga
membagikan kesan dan harapannya bagi para mahasiswa yang mengikuti kegiatan
ini. Ia mengaku terharu melihat antusiasme peserta. “Selama dua hari mengikuti
acara ini, saya sangat terharu karena teman-teman mahasiswa hadir dengan
antusias, aktif, dan berpartisipasi total. Mereka fokus dan terlihat senang
karena ada kesempatan magang mulai semester satu dan tiga,” ujarnya. Ia
menambahkan bahwa peluang karir di bidang pemasaran digital sangat luas. “Live
host itu hanya salah satu profesi. Kalian bisa berkembang menjadi desainer
grafis, copywriter, atau analis konten. Setelah mendapatkan sertifikat nanti,
jangan berhenti belajar. Teruslah berkembang,” pesannya.
Menutup sesi
hari kedua, Regine Lie menyampaikan bahwa dua hari pertama difokuskan pada
pembekalan materi teoretis dan teknis. Pada hari ketiga, peserta akan mengikuti
ujian kompetensi untuk menentukan kelulusan sertifikasi. Sementara itu, hari
keempat akan diisi dengan sesi wawancara dan matchmaking bersama
berbagai brand, memberikan peluang langsung bagi peserta untuk memasuki dunia
kerja sebagai live host profesional.
Workshop ini
diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa Unesa dalam menghadapi
kebutuhan industri digital yang terus berkembang, sekaligus membuka akses karir
yang lebih luas di sektor e-commerce dan pemasaran berbasis live streaming.
Share It On: