Pelatihan Penguatan Kapasitas Konselor Sebaya UNESA KAMPUS 5
Surabaya, 12 Mei 2026 — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 5 terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan mendukung kesehatan mental mahasiswa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Konselor Sebaya Fakultas dengan tema “Optimalisasi Tim BK Fakultas dan Konselor Sebaya dalam Membangun Rasa Aman dan Dukungan Sosial di Lingkungan Kampus.”
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, pukul 09.00 hingga 14.00 WIB ini dilaksanakan di Ruang MG1.01.07, Kampus UNESA 5 dan diikuti oleh seluruh anggota Tim Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas serta Mahasiswa Konselor Sebaya dari berbagai program studi di lingkungan UNESA Kampus 5.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk penguatan kapasitas sumber daya pendukung layanan konseling di tingkat fakultas. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental mahasiswa, peran Tim BK Fakultas dan Konselor Sebaya dinilai semakin strategis sebagai pihak yang berada di garis depan dalam memberikan dukungan psikologis awal, pendampingan, serta rujukan kepada mahasiswa yang membutuhkan bantuan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan pengelola layanan kesehatan mental UNESA, yaitu Dr. Anna Noordia, S.TP., M.Kes. selaku Wakil Direktur Bidang I, Dr. W. Siryo Nuryono, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Sub Direktorat Crisis Center (SMCC) UNESA, serta Dr. Retno Tri Hariastuti, M.Pd., M.Kons. selaku Kepala Seksi Bimbingan Konseling Akademik.
Kehadiran para pimpinan tersebut menunjukkan dukungan penuh institusi terhadap penguatan sistem layanan konseling yang lebih dekat dengan mahasiswa. Dengan keterlibatan Tim BK Fakultas dan Konselor Sebaya, UNESA berupaya menghadirkan mekanisme pendampingan yang lebih responsif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan dua materi utama, yaitu Keterampilan Dasar Konseling Sebaya dan Psychological First Aid (PFA) untuk Permasalahan Kesehatan Mental. Materi pertama membekali peserta dengan kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang konselor sebaya, seperti active listening, empati, komunikasi nonjudgmental, serta teknik memberikan dukungan emosional secara tepat.

Sementara itu, materi Psychological First Aid (PFA) memberikan pemahaman tentang langkah-langkah pertolongan psikologis awal bagi mahasiswa yang sedang mengalami stres, kecemasan, maupun kondisi krisis. Pendekatan ini menekankan tiga prinsip utama, yaitu Look, Listen, and Link, yang bertujuan membantu individu merasa aman, tenang, dan terhubung dengan sumber bantuan yang sesuai.
Dalam pemaparan materi juga dijelaskan berbagai persoalan kesehatan mental yang umum dialami mahasiswa, seperti tekanan akademik, kecemasan menghadapi ujian dan penyusunan skripsi, burnout, kesepian, masalah relasi sosial, hingga kebingungan terkait masa depan. Kondisi tersebut menuntut adanya dukungan sosial yang kuat agar mahasiswa tidak menghadapi permasalahan tersebut seorang diri.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pemahaman praktis mengenai cara merespons mahasiswa yang membutuhkan bantuan secara empatik dan profesional. Konselor sebaya diharapkan mampu menjadi pendengar yang baik, memberikan dukungan emosional, serta mengarahkan mahasiswa ke layanan profesional ketika permasalahan yang dihadapi memerlukan penanganan lebih lanjut.
Pelatihan Penguatan Kapasitas Konselor Sebaya Fakultas ini menjadi salah satu langkah nyata UNESA dalam membangun budaya kampus yang peduli terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa. Lingkungan kampus yang sehat tidak hanya ditandai oleh pencapaian akademik, tetapi juga oleh hadirnya rasa aman, dukungan sosial, dan kepedulian antarsivitas akademika. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 4 (Quality Education), SDG 10 (Reduced Inequalities), dan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan layanan kesehatan mental dan dukungan sosial di lingkungan kampus.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UNESA berharap Tim BK Fakultas dan Mahasiswa Konselor Sebaya dapat semakin optimal menjalankan perannya sebagai mitra strategis dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa. Melalui sinergi antara institusi, tenaga pendidik, dan mahasiswa, UNESA terus berupaya mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, suportif, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh civitas akademika.
Share It On: